Senin, 10 September 2012

MENETAPKAN SKALA PROSES PRODUKSI DAN JASA


MENETAPKAN SKALA PROSES PRODUKSI DAN JASA

1.         Penyusun perencanaan proses produksi barang dan jasa
Dalam upaya menetapkan proses produksi dan jasa suatu perusahaan, sebaiknya kita mengetahui lebih dahulu tentang pengetahuan produksi, produk, jasa, produsen, dan produktivitas.
a.         Pengertian produksi, produk, jasa, produsen, dan produktivitas.
1)         Produksi
Produksi adalah kegiatan yang dapat menimbulkan tambahan manfaat atau faedah baru. Manfaat atau faedah terdiri atas beberapa macam, misalnya : faedah bentuk, faedah waktu, faedah tempat, dan sebagainya. Contoh penambahan manfaat dari perubahan bentuk yaitu :
·           Seorang nwirausahawan yang kreatif, mengubah bentukn kayu atau meja, kursi, lemari, dan sebagainya.
·           Seorang wirausahaann membawa hasil-hasil pertanian dari pedesaan ke kawasan perkotaan, dalam hal ini merupakan tambahan  faedah tempat.
·           Seorang wirausahawan mempunyai hasil pertanian yang disimpan di dalam gudang, kemudian dikeluarkan lagi sampai dengan waktu yang diperlukan, dalam hal ini merupakan faedah waktu.
 2)         Produk
Produk merupakan hasil kegiatan produksi yang berwujud barang atau jasa. Akan tetapi, dalam hal ini perlu dibedakan antara barang dan jasa walaupun keduanya merupakan hasil dari produksi.
Barang mempunyai wujud tertentu dan sifat-sifat tertentu. Disamping itu, di dalam jasa tidak terdapat tenggang waktu antara saat dipeoduksinya dan saat dikonsumsinya produk tersebut.
3)         Jasa
Jasa adalah hasil kegiatan produksi yang tidak mempunyai wujud dan sifat-sifat fisik tertentu. Di samping itu, di dalam jasa tidak terdapat tenggang waktu antar diproduksinya dan dikonsumsinya. Contoh jasa antara lain kerja seorang dokter, pelayanan keangkutan, pelayanan pergudangan, dan sebagainya.
4)         Produsen
Produsen adalah orang, badan, atau lembaga-lembaga yang menghasilkan produk.
5)         Produktivitas
Produktivitas merupakan suatu perbandingan dari hasil kegiatan yang seharusnya. Perlu diketahui bahwa produktivitas suatu perusahaan tidak selamanya konstan, akan tetapi berubah-ubah sesui dengan kegiata yang dilaksanakan dalam perusahaan yang bersangkutan.
b.         Pengertian perencanaan proses produksi
Perencenaan proses produksi adalah perencanaan tentang produk apa dan berapa jumlahnya masing-masing, yang segera diproduksikan pada periode yang akan dating. Akan tetapi, semua produk yang tercantum di dalam perencanaan proses produksi barang/jasa, belum tentu akan dicantumkan seluruhnya pada suatu periode yang akan dating.
Adapun perbedaan antara perencanaan proses produk dan perencanaan proses produksi adalah bahwa pada perencanaan pada proses produk akan banyak menyangkut aspek-aspek teknis,  sedangkan pada perencanaan proses produksiakan lebih banya menyangkut aspek-aspek ekonomis. Pada perencanaan proses produksi, dititik beratkan kepada produk apa, produk yang bagaimana, dan berapa jumlah produk yang akan diproduksi.
c.          Beberapa factor yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan proses produksi dan jasa
Di dalam membuat perencanaan proses produksi barang dan jasa yang tepat, seorang wirausahawan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan masalah intern dan masalah ekstern perusahaan.
Masalah intern adalah masalah yang datangnya dari perusahaan sendiri, seperti mesin-mesin, peralatan, bahan baku, dan tenaga kerja. Adapun masalah ekstern perusahaan adalah masalah yang datangnya dari luar perusahaan, seperti keadaan politik, ekonomi, resesi, deflasi, inflasi, deregulasi, kebijaksanaan pemerintah dan devaluasi.
Untuk menetapkan perencanaan proses produksi barang dan jasa, seorang wirausahawan perlu memperhatikan berbagai factor sebagai berikut :
1)         Manfaat produk bagi konsumen.
2)         Manfaat pasar terhadap produk.
3)         Potensi usaha seorang wirausahawan untuk memperoleh keuntungan.
4)         Kekuatan persaingan dari perusahaan lain.
5)         Kemampuan distribusinya.
6)         Pengembangan produk pada masa yang akan datang.
Adapun penetapan skala proses produksi dan jasa yang akan diproduksi dalam suatu periode pada masa yang akan datang, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1)         Produk-produk tersebut harus dapat diproduksi oleh pabrik
2)         Produk-produk tersebut harus sesuai dengan keinginan dan selera konsumen
Berdasarkan perencanaan proses produksi dan jasa yang sudah ditetapkan oleh seorang wirausahawan, harus dapat ditentukan langkah-langkah sebagai berikut ;
1)         Bilamana kegiatan operasi produksi atau jasa itu akan dimulai?
2)         Beberapam banyak pekerja yang dibutuhkan?
3)         Alat-alat dan perlengkapan apa yang dibutuhkan?
4)         Tingkat persediaan bagaiman yang dibutuhkan?
Adapun yang menjadi dalam menetapan skala proses produksi dan jasa adalah :
1)         Mengubah bahan baku menjadi barang jadi.
2)         Memperoleh keuntungan.
3)         Menggunakan fasilitas produksi.
4)         Menguasai pasar tertentu.
5)         Melaksanakan kerja secara efisien dan efektif.
Di dalam menetapakan perencanaan proses produksi dan jasa, seorang wirausahawan harus memperhatikan skala produksi, yang meliputi :
1)         Jenis produk yang akan diprodusi.
2)         Banyak produk yang akan diproduksi.
3)         Jenis produk yang permintaannya sedikit.
4)         Jenis produk yang permintaannya banyak.
Selanjutnya, di dalam menetapkam perencanaan proses produksi dan jasa, seorang wirausahawan harus memikirkan dan menetapkan skala produksi, di antaranya :
1)         Rangkuman penatalaksanaannya.
2)         Analisis sesuatu kegiatan.
3)         Tujuan dan sasarannya.
4)         Pengawasan kegiatannya.
5)         Strategi kegiatannya.
6)         Program kegiatannya.
7)         Anggaran biayanya.
8)         Alat-alat pengendaliannya.
9)         Strategi penjualan dan pemasarannya.
Selanjutnya, seorang wirausahawan harus mengetahui masalah-masalah yang berhubungan dengan tindakan yang dilakukan oleh pihak pesaing. Berhubungan dengan itu, maka seorang wirausahawan di dalam menetapakan proses produksi perlu mengetahui keterangan-keterangan sebagai berikut :
1)         Siapa saja yang akan membeli produk itu.
2)         Berapa banyak produk yang akan dibeli.
3)         Di mana dilakukan pembelian produk tersebut.
4)         Apa yang menjadi tujuan dari pembelian produk tersebut.
 2.         Cirri-ciri, syarat-syarat, dan factor-faktor perencanaan proses produksi barang dan jasa
 a.         Ciri-ciri perencanaan proses produksi barang dan jasa
Cirri-ciri perencanaan proses produksi barang dan jasa, antara lain sebagai berikut :
1)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus menyangkut kegiatan masa mendatang.
2)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus mempunyai jangka waktu tertentu.
3)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus mempersiapakan tenaga kerja, mesin-mesin, bahan baku, metode pengrjaan, modal dan sebagainya.
4)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus dapat mengoordinir kegiatan produksi dengan kegiatan bagian lainnya.
5)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus dapat menentukan julah produk, jenis produk, warna produk, ukuran produk, bentuk produk, dan sebagainya.
 b.         Syarat-syarat perencanaan proses produksi dan jasa
Syarat-syarat perencanaan proses produksi dan jasa, antar lain ;
1)         Perencanaan proses produksi dan jasa harus disesuaikan dengan ujuan usaha.
2)         Perencanaan kerja produksi dan jasa harus sederhana, dimengerti, dan dapat dilaksanakan.
3)         Perencanaan produksi dan jasa harus memberikan analisis dan klasifikasi kegiatan.
 c.          Factor-faktor perencanaan proses produksi barang dan jasa
Factor-faktor perencanaan proses produksi barang dan jasa, antara lain :
1)         Sifat dari prose produksi.
2)         Jenis dan kualitasproduk yang akan produksi.
Oleh karena itu, seorang wirausawan yang akan menyusun perencanaan proses produksi dan jasa harus memperhatikan dan mempertimbangan :
1)         Skala produksi.
2)         Jenis-jenis produk yang akan diproduksi.
3)         Produk tahan lama atau tidak.
4)         Sifat produk yang akan diproduksi.
5)         Sifat permintaan terhadap produk.
6)         Kuantitas dan kualitas produk yang akan diproduksi.

3.         Persiapan perencanaan proses produksi dan jasa
Adapun persiapan perencanaan proses produksi dan jasa, meliputi hal-hal sebagai berikut.
a.         Prosedur persiapan
Prosedur persiapan perencanaan proses produksi dan jasa antara lain :
1)         Seorang wirausahawan perlu membina gagasan produk dan konsumen atau pembeli.
2)         Seorang wirausahawan perlu mendorong para karyawan untuk ikut memikirkan gagasan produk yang akan diproduksi.

b.         Penyaringan gagasan
Tujuan utama penyaringan gagasan proses produksi dan jasa untuk mendapatkan gagasan yang baik dan tepat di dalam pembuatannya.
c.          Analisis gagasan
Seorang wirausahawan selanjutnya mengadakan analisis terhadap gagasan operasi produksi dan jasa berbagai macam usaha. Adapun gagasan terhadap proses produksi dan jasa yang dianggap paling penting yaitu :
1)         Potensi permintaan terhadap produk
2)         Jumlah penjualan produk
3)         Jumlah pemasaran produk
4)         Kemampuan produk yang mendatangkan laba
 d.         Percobaan proses produk
Di dalam percobaan proses produksi, terdapat dua hal yang sangat penting, yaitu :
1)         Dari tahap pengelolaan gagasan, menjadi sebuah kegiatan konkret.
2)         Perusahaan menghasilkan produksi yang dapat dipertanggungawabkan, baik secara teknis maupun komersial.
 e.          Uji coba produk
Pada dasarnya ada dua macam manfaat yang akan didapat oleh seorang wirausahawan dengan adanya uji coba produksi dan jasa, yaitu :
1)         Seorang wirausahawan akan memperoleah gambaran yang lebih luas tentang produksi.
2)         Seorang wirausahawan akan meneukan kesalahan–kesalahan, kelemahan-kelemahan, cacat tidaknya, dan bermanfaat tidaknya, dari produk yang dibuatnya.
 f.           Tahap komorsialisasi
Tahap komersialisasi adalah proses memperkenalkan produk yang diproduksi kepada para konsumen atau pembeli. Berbagai usaha pada tahap komersialisasi yang dilakukan oleh seorang wirausahawan antara lain melaksanakan merek produk, kemasan produk, harga produk, promosi produk dan distribusinya.
Agar perencanaan kegiatan operasi produksi dan jasa dalam perusahaan dapat dilaksanakan dengan baik, setiap pelaksanaan dan pengawasan kegiatan operasi  produksi perlu mengetahui apa yang harus dilaksanakan.
4.         Langkah-langkah menetapakan secara proses produksi dan jasa
Langkah-langkah menetapakan secara proses produksi dan jasa, yaitu sebagai berikut :
·           Produk apa yang akan diproduksi.
·           Bilamana kegiatan produksi akan dimulai.
·           Berapa jumlah produk yang akan diproduksi.
·           Berapa besarnya jumlah dana yang akan dibutuhkan.
·           Berapa banyak tenaga kerja yang diperlukan.
·           Peralatan apa yang diperlukan.
·           Berapa tingkat persediaan bahan baku yang diperlukan.
Syarat-syarat dalam penetapan skala proses produksi dan jasa, antara lain :
·           Penetapan skala produksi barang dan jasa harus disesuikan dengan tujuan usaha.
·           Penetapan skala produksi barang dan jasa harus harus sederhana dan mudah dilaksanakan.
·           Penetapan skala produksi barang dan jasa harus dapat memberikan analisis dan klasifikasi tentang kegiatan operasi proses produksi.
 a.         Beberapa factor yang perlu dipertimbangkan dalam penetapan skala proses produksi dan jasa
Berikut factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menetapkan skala proses produksi dan jasa.
1)         Sifat proses produksi dan jasa
Sifat proses produksi dan jasa dapat dibedakan sebagai berikut.
a)         Proses produksi dan jasa yang terputus-putus
Proses produksi dan jasa yang terputus-putus, dilakukan atas dasar jumlah pesanan (order) produk yang diterima perusahaan. Di sini, jumlah produksi yang dibuat perusahaan pada umumnya sedikit. Sehingga untuk menetapkan skala produksi dan jasa yang diproduksi, semata-mata tidak berdasarkan pada ramalan perjalanan.
b)         Proses produksi barang dan jasa yang terus menerus
Proses produksi dan jasa yang terus menerus, dilakukan berdasarkan pada ramalan produk. Di sini, penetapan skala produksi tidak dilakukan atas dasar pesanan, akan tetapi dilakukan untuk memenuhi pasar dan dalam jumlah produksi yang besar.
2)         Jenis dan mutu produk yang akan diproduksi
Untuk menetapkan skala proses produksi dan jasa ada beberapa jenis dan mutu, serta sifat produk yang perlu diperhatikan dan dipertimbangkan, yakni sebagai berikut :
a)         Apakah produk yang akan diproduksi itu tahan lama?
b)         Apakah mutu produk yang diproduksi itu tergantung pada biaya persatuan?
c)         Apakah produk yang akan diproduksi itumempenyai sifat permintaan musiman atau tidak?
d)         Apakah produk yang akan diproduksi itu costumer’s  goods atau produser’s goods?
3)         Jenis produk baru atau lama
Seorang wirausahawan perlu memperhatikan dan mempertimbangkan jenis produk baru, disertai penelitian tentang :
a)         Lokasi ; apakah perusahaan perlu berdasarkan dengan sumber-sumber bahan baku atau dekat dengan pasar konsumen?
b)         Berapa jumlah barang yang akan diproduksi?
c)         Bagaimana sifat yangpermintaan terhadap produk, apakah musiman atau sepanjang masa?
Untuk menetapkan skala produksi dan jasa, salah satu factor yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan ialah production standar. Production standar adalah suatu ukuran yang menjadi patokan dalam melaksanakan proses operasi  produksi. Di dalam standar produksi yang paling penting ialah standar mengenai waktu, standar kualitas produk, dan standar biaya produk. Apabila perencanaan operasi proses produksi barang dan jasa dalam suatu perusahaan sudah baik, maka aka nada manfaat dan perencanaan skala produksi dan jasa, pengerahannya, serta perbaikan-perbaikan terhadap hal-hal yang tidak sesui dengan tujuan perusahaan.
b.         Tahapan-tahapan dalam penetapan skala proses produksi barang dan jasa
Adapun tahapan-tahapan pada penetapan skala proses produksi barang dan jasa, yaitu sebagai berikut.
1)         Routing
Rauting adalah menetapkan dan menentukan urutan-urutan proses produksi yang dibahan mentah sampai menjadi produk akhir. Di dalam menetukan urutan-urutannya, harus sudah termasuk penyusunan alat-alat yang akan dipergunakan.
2)         Scheduling
Scheduling adalah menetapkan dan menetukan jadwal kegiatan operasi proses produksi yang disenegerikan sebagai suatu kesatuan. Dari scheduling, nantinya akan dapat diketahui dan awasi penggunaan waktu pada setiap saat pemrosesan produksi, sesui dengan urutan-urutannya.
3)         Dispatching
Dispatching adalah menetapkan dan menetukan proses pemberian perintah untuk mulai melaksanakan operasi proses produksi yang sudah direncanakan di dalam routing dan scheduling.
4)         Follow-up
Follow-up adalah menetapkan dan menetukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi penundaan dan mendorong terkoordinasinya seluruh perencanaan operasi proses produksi.

A.         MENETAPKAN SISTEM PROSES PRODUKSI DAN JASA
1.         Perencanaan sistem proses produksi
Beberapa hal perlu dipahami oleh seorang wirausahawan jika membuat perencanaan sistem proses produksi dan jasa, yaitu perencanaan produk, perencanaan lokasi pabrik, perencanaan letak fasilitas produksi, perencanaan lingkungan kerja, dan perencanaan standar produksi. Penyusunan perencanaan sistem proses produksi sudah selayaknya diperpisahkan dengan cermat dan teliti ; Karena sistem produksi yang sudah dipersiapkan, akan dipergunakan dalam jangka waktu yang panjang.
Apabila penetapan sistem proses produksi sudah ditelah dengan sesakma, maka dapat diperoleh dengan hal-hal sebagai berikut.
a.         Perencanaan proses produk
Perencanaan proses produk merupakan perencanaan tenteng produk apa, produk yang bagaimana, dan berapa banyak yang akan diproduksi oleh perusahaan yang bersangkutan. Perencanaan proses produk harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, mengingat bahwa pemilihan produk yang diproduksi akan berlaku dalam jangka panjang.
b.         Perencanaan lokasi pabrik
Pabrik adalah tempat beredarnya fungsi teknis darisuatu perusahaan. Lokasi pabrik perlu dierencanakan dengan tepat. Karena, pemilihan lokasi pabrik yang salah akan dapat menimbulkan banyak kerugian.
c.          Perencanaan letak fasilitas produksi dan jasa
Letak gasilitas produksin dan jasa (lay out) pabrik merupakan suatu hal yang mempunyai pengaruh langsung terhadap tingkat produktivitas perusahaan. Penyusun letak produksi yang teratur serta memenuhi persyaratan teknis yang sudah ditentukan, akan menunjang adanya efektivitas dan efesiensi kerja pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan.
d.         Perencanaan lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan factor yang sangat penting di dalam perusahaan. Lingkungan kerja yang baik, akan mendukung adanya tingkat produktivitas kerja yang tinggi. Lingkungan kerja sebaiknya sebaiknya disiapkan oleh perusahaan, agar cocok dengan lingkungan kegiatan produksi. Dalam masalah lingkungan kerja di dalam perusahaan, terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan oleh seorang wirausahawan, di antaranya :
1)         Masalah pelayanan karyawan perusahaan.
2)         Masalah kondisi kerja perusahaan.
3)         Masalah hubungan karyawan dengan perusahaan.
e.          Perencanaan standar produksi dan jasa
Dengan adanya standar produksi dan jasa, perusahaan akan mempunyai peganagan dalam pelaksanaan proses produksi. Adapun pada pelaksanaan manajemennya, perusahaan akan memounyai beberapa kemudahan di dalam pengendalian kegiatan produksi, baik untuk pengendalian bahan baku, biaya produksi, maupun tenaga kerja.
Sistem produksi dan jasa dalam perusahaan terdiri atas beberapa subsistem. Subsistem dari sistem produksi dalam perusahaan antara lain produk yang dapat diproduksi, lokasi pabrik dipergunakan, letak atau susunan fasilitas roduksi, lingkungan kerja yang dipersipkan, serta stndar kerja yang berlaku.
1)         Produksi yang dapat diproduksi
Suatu perusahaan yang didirikan, tentu harus mempunyai rencana tentang produk apa yang akan diproduksi. Sehingga di dalam penyusunan sistem produksi dan jasa, perusahaan sudah dapat menetukan produk apa yang dapat diproduksi, produk yang dapat diproduksi, bukan berate seluruhnya harus diproduksi dalam periode yang sama, melainkan akan dipergunakan sebagai dasar untuk menyusun sistem produksi. Dengan diketahuuinya produk yang akan diproduksi, manajemen perusahaan akan dapat mentukan subsistem produksi yang lain, mislnya mesin-mesin dan peralatan yang diperlukan, lingkkungan kerja dan sebagainya.
2)         Lokasi pabrik
Subsistem ysng lain, setelah produk perusahaan, ialah lokasi pabrik. Lokasi pabrik adalah tempat fungsi teknis pelaksanaan kegiatan produksi, sehingga pemilihan pun harus dipertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Pemilihan lokasi pabrik yang tidak mendukung pelaksanaan produksi di dalm perusahaan, merupakan suatu hambatan bagi perkembangan perusahaan yang bersangkutan pada masa yang akan datang. Salah satu keuntungan yang diperoleh seorang wirausahawan dengan adanya lokasi pabrik yang tepat ialah kemudahan untuk berkembang dalam mengelola usahanya.
3)         Letak fasilitas produksi dan jasa
Letak fasilitas produksi dan jasa dalm suatu perusahaan, misalnya mesin-mesin dan pealatan, merupakan salah satu bagian dari sistem produksi. Letak fasilitas produksi dan jasa, mempunyai pengaruh langsung terhadap produktivitas perusahaan. Susunan dari mesin-mesin dan peralatan produksi, sedapat munkin harus menunjang pelaksanaan proses produksi dengan baik, produktivitas perusahaan dapat dipertahankan.
4)         Lingkungan kerja yang ada
Lingkungan kerja yang ada pada perusahaan, akan mempengaruhi produktivitas kerja para karyawan perusahaan yang bersangkutan. Produktivitas para karyawan tersebut, akan berpengaruh langsung terhadap produktivitas perusahaan. Pada umunya, lingkungan kerja dalam perusahaan tediri dari tiga hal penting, yaitu pelayana baik pada karyawan, kondisi kerja pada karyawan, dan hubungan kerja yang harmonis para karyawan di dalam perusahaan yang bersangkutan.
5)         Standar produksi yang berlaku
Standar produksi yang berlaku dalam perusahaan merupakan salah satu bagian dari sistem produksi yang mempunyai peranan penting. Penggunaan standar produksi yang jelas, akan mempermudah para karyawan untuk melaksanakan operasi perusahaan dan dapat membantu program pemasaran.
2.         Menetapkan sistem pengadilan proses produksi barang dan jasa
Menetapkan sistem pengadilan proses produksi merupakan masalah pengendalian proses produksi, pengendalian bahan baku, pengendalian tenaga kerja, pengendalian biaya produksi, pengendalian kualitas produk, dan pemeliharaannya. Sistem pengendalian proses produksi ini, berhubungan dengan masalah pengendalian usaha perusahaan yang dikelola oleh para wirausahawan.secara lebih terperinci, mengenai sistem pengendalian proses produksi dapat diuraikan sebagai berikut.
a.         Pengendalian proses produksi barang dan jasa
Pengendalian proses produksi menyangkut beberapa masalah tentang perencanaan dan pengawasan proses produk apa dan berapa jumlah yang akan diproduksi pada saat akan dimulai, dan kapan akan selesai. Persoalan ini selayaknya direncanakan, dikoordinir, dan dapat dikendalikan dengan baik oleh seorang wirausahwan. Dengan demikian, proses produksi dapat berjalan lancar sesuai perencanaan usaha perusahaan.
b.         Pengendalian bahan baku
Bahan baku merupakan bahan dasar yang sangat penting bagi para wirausahawan yang mengelola perusahaan. Bias dibayangkan jika bahan bakunya tidaka ada,  berate akan terhentinya kegiatan proses produksi. Oleh karena itu, kecukupan persediaan bahan baku sangat diperlukan oleh suatu perusahaan. Akan tetapi, jika persediaan bahan baku terlalu banyak maka bukan berarti akan menguntungkan bagi perusahaan. Apa sebabnya? Sebabnya ialah akan semakin menambah biaya-biaya persediaan yang akan ditanggung oleh perusahaan yang bersangkutan. Sebalinya, jika persediaan bahan baku persediaanya sedikit maka mengakibatkan terganggunya proses kegiatan produksi. Untuk dapat mengendalikan jumlah persediaan bahan baku, kiranya perlu memperhatikan factor-faktor yang dapat mempengaruhi persediaan bahan baku perusahaan tersebut.
c.          Pengendalian tenaga kerja
Dalam pelaksanakan kegiatan proses produksi suatu perusahaan, masalah tenaga kerja mempunyai perenana yang sangat penting. Tenaga kerja yang dapat menangani proses kegiatan produksi, dapat menentukan baik buruk kualitasnya produk. Dengan adanya pengendalian tenaga kerja yang baik, diharapkan proses produksi perusahaan yang bersangkutan dapat menghhasilkan produk-produk yang sesuai dengan perencanaan, baik dalam hal kuantitas maupun kualitas.
d.         Pengendalian biaya produksi dan jasa
Biaya produksi dan jasa yang akan digunakan untuk melaksanakan proses produksi dalam perusahaan, perlu direncanakan dan dikendalikan dengan sebaik-baiknya. Apabila harga pokok produk sangat tinggi, akan mengibatkan tingginya harga jual produk. Begitu pula di dalam pemasaran produk, akan mengakibatkan tingginya harga jual produk. Hal itu tidak akan mengakibatkan keuntungan bagi seorang wirausahawan karena harga pokok produknya sngat tinggi. Untuk dapat melaksanakan pengendalian biaya produksi dan jasa, seorang wirausahawan perlu menggunakan model dan metode pengendalian biaya proses produksi yang cocok dan tepat.
e.          Pengendalian kualitas produk
Kualitas produk mempunyai peranan yang cukuo penting dalam ramgka mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Berproduksi tanpa mempertahankan kualitas produk, akan mengakibatkan terancam dan bangkrutnya sebuah perusahaan. Maka dari itu, seorang wirausahawan perlu mengendalikan kualitas produk. Pengendalian kualitas produk, sudah merupakan suatu keharusan bagi seorang wirausahawan yang menginginkan kemajuan dalam perusahaan.
f.           Pengendalian pemeliharaan
Penggunaan sarana, prasarana, dan fasilitas produksi yang terus menerus, apabila tidak didukung adanya pemeliharaan, akan mengakibatkan timbulnya kerusakan peralatan produksi.
Gangguan-gangguan dalam pelaksanaan proses produksi karena perlatan produksi yang kurang terpelihara atau terwat dengan baik, akan mengakibatkan terhentinya proses produksi. Maka dari itu, pengendalian pemeliharaan sarana, prasarana, fasilitas proses produksi yang baik dan teratur, akan menunjang kelancaran proses produksi dalam suaatu perusahaan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar